Deklarasi, Papa Lagar Banteng Mata Merah Siap Menangkan MM-HH

Deklarasi, Papa Lagar Banteng Mata Merah Siap Menangkan MM-HH
Ketua Papa Lagar Banteng Mata Merah Hairul Sanang Sampaikan pernyataan Sikap Dukung dan Siap Menangkan MM-HH untuk Walikota dan Wakil Wali kota Bitung

BITUNG - Komunitas Pemuda  yang terdiri dari pemuda, pekerja ojek dan buruh menamakan diri PAPA LAGAR Banteng Mata Merah deklarasi denfan menyatakan sikap mendukung dan memenangkan pasangan MM-HH menjadi Walikota dan Wakil Wali kota Bitung pada pilkada 2020.

Hal ini di sampaikan Ketua Papa lagar Hairul Sanang pada pada sambutanya  saat blusukan dan peresmian Posko Banteng Mata Merah oleh Calon Wakil Walikota Hengky Honandar bertempat di Kombos Kel. Bitung Tengah Lingk. IV Maesa Bitung, Minggu (25/10/2020) 
 
Ketua PapaLagar  Hairul Sanang mengutarakan bahwa terbentuknya Team Papa Lagar kota Bitung adalah inisiaf dari seluruh bapak-bapak pekerja keras baik tukang Ojek ataupun pekerja buruh di Pelabuhan yang rata-rata Pendidikannya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Dimana kata Hairul bahwa didalam menghadapi Pilkada pada Desember 2020, Papa Lagar merapatkan Barisan dan menyatukan suara mendukung Bpk. Ir Maurits Mantiri MM dan Bpk Hengky Honandar SE.
" Papa Lagar Banteng Mata Merah atau disingkat PLBMM itu artinya  adalah Pimpinan Loyal Bitung Maurits Mantiri." bebernya
Lanjut dikatakannya, Mengapa Papa Lagar menyebutkan Calon Walikota dan Wakil Wali kora Bitung, karena bagi PapaLagar kata Hairul "So Pasti 2021" Walikota dan Wakil Walikota Bitung adalah MM-HH. 
" Harga Mati bagi Papa Lagar Banteng Mata Merah adalah Maurit Mantiri dan Hengky Honandar Hen," tegas Hairul Sanang.
" Saya menghimbau kita semua terutama team Papa Lagar janganlah harga diri kita ditukar dengan eama dan permata atau dibeli dengan uang, ingatlah suara kita yang akan menentukan pimpinan kota Bitung yang amanah lima tahun kedepan," tuturnya.
Mudah-mudahan tambahnya, Bapak Ir.Maurits Mantiri MM dan Bpk Hengky Honandar SE tidak melupakan Deklarasi Papa Lagar pada hari ini apabila menjadi pemimpin nanti,  karena ini adalah suara rakyat, tangisan rakyat dan jeritan rakyat." Pungkasnya
(Abdul)