Demo UU Omnibus Law, ABM Geruduk Kantor DPRD Kota Bitung

Demo UU Omnibus Law, ABM  Geruduk Kantor DPRD Kota Bitung

BITUNG - Aksi unjuk rasa  penolakan Undang-Undang Omnibus Law terus bergejolak, Mahasiswa di seluruh Indonesia terus melakukan Demo, Mosi tidak percaya kepada pemerintah dan lembaga wakil Rakyat di DPR RI tidak transparan dalam Keputusan untuk disyahkannya Undang-undang yang dianggap adalah sebagai  bentuk diskriminasi dan  kepada Rakyat kecil.

Hal utama yang digaungkan dan menjadi tuntutan para Demonstran  setiap aksinya itu adalah Pemerintah dan DPR RI melakukan pembatalan dan mencabut kembali keputusan pemberlakuan Undang-Undang Omnibuslaw.  


Sama halnya yang dilakukan Mahasiswa  yang tergabung dalam Aliansi Bitung memanggil (ABM) kota Bitung, melakakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Bitung, Senin (12/10/2020).

Dengan membawa kurang lebih 150 orang aksi demo oleh Aliansi Bitung Memanggil (ABM) pun mendapat pengawalan Ketat 200 personil  Aparat Kepolisian Resort Bitung.
Ketua DPRD Kota Bitung, Aldo Ratungalo didampingi Ketua Fraksi PDIP Geraldi Mantiri, bersama anggota DPRD  lainnya yaitu Abrianto Ahmad, Beno Mamentu,  Erwin Wurangian dan Hasan Suga pun harus memenuhi keinginan dan menemui para Pendemo. Setelah negosiasi yang alot, sepakat dan siap menindak lanjuti dan akan menyampaikan aspirasi yang menjadi tuntutan ABM ke DPR RI.
Koordinator Umum Aliansi Bitung  Memanggil (ABM) Muhamad Nabil usai Aksi Demo pada sejumlah Media   menyampaikan bahwa 8 tuntutan yang disampaikan kepada DPRD itu semua di terima. Dimana  pada Negosiator disampaikan  hal itu disetujui dan akan di Follow Up Satu Minggu dalam kerja mereka. 
Selain itu kata Nabil mereka juga menjanjikan dua orang  akan diutus ke Jakarta pada tanggal 08 Nopember nanti. Karena itu meminta  kepada DPRD Kota Bitung untuk hal ini diseriuskan, jangan hanya sebagai livesting atau sebatas catatan saja.
" Kami pesan kepada DPRD Kota Bitung agar hal ini di seriuskan dan jangan pernah main-main. Karena kenapa, ketika tuntutan ini hanya sebagai livesting atau hanya sebatas catatan saja dan berbohong kepada rakyat kita akan datang kembali menggruduk kantor DPR.   Bukan lagi DPR RI tapi DPRD Kota Bitung,"  tegasnya.
(Abdul)