Pendaftaran, KPU Wajibkan Paslon Lampirkan Surat Hasil Uji Swab

Pendaftaran, KPU Wajibkan Paslon Lampirkan Surat  Hasil Uji Swab

BITUNG - Pasangan calon (Paslon) Wali kota dan Wakil Wali Kota Bitung wajib  melampirkan surat keterangan hasil uji Swab covid-19 saat mendaftar ke KPU Kota Bitung.

Hal ini disampaikan, Ketua KPU Kota Bitung, Deslie Sumampouw dalam  Rapat Koordinasi Persiapan Pendaftaran Bagi Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung pada pemilihan serentak lanjutan tahun 2020, di salah satu cafe, di Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir, Selasa (01/09/2020).

"Meski belum ada aturan yang mengikat. Setiap Paslon yang mendaftar kami wajibkan untuk melampirkan hasil uji swab. Dan ini harus dilengkapi setiap paslon," Tegas Deslie 

" Ini merupakan upaya kami untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujar Deslie, sembari menambahkan, aturan terkait melampirkan hasil uji swab ini sementara digodok di KPU RI.

Dan jika  dalam pendaftaran  calon tersebut tidak dapat melengkapi persyaratan yang ada. Tambahnya Maka pihak penyelenggara tidak bisa memproses pendaftaran tersebut.

Selanjutnya kata Deslie semua harus dipenuhi termasuk hasil swab itu. "Memang tidak serta merta bisa membatalkan pencalon bila tidak ada hasil uji swab. Tetapi ini jadi syarat calon untuk mendaftar, maka harus dipenuhi oleh calon bersangkutan,” terangnya.

Senada  Ketua Devisi Teknis Penyelenggara KPU Kota Bitung, Iten Kojongian dalam penyampaiannya menekankan jika dalam proses pendaftaran pihaknya akan menerapkan protokol Covid-19.

Dalam proses pendaftaran mulai tanggal 4 hingga 6 September 2020 lanjut Iten kita menerapkan protokol kesehatan yang ketat.  Dimana, setiap yang datang di Kantor KPU saat mendaftar itu hanya orang-orang tertentu. Seperti, bakal paslon, istri bakal paslon, pimpinan Parpol, Sekretaris Parpol, LO paslon, Bawaslu. yang Totalnya hanya berjumlah 36 orang.

Dan Mobil yang bisa masuk itu ungkapnya hanya mobil Paslon dan istri Paslon. Jadi hanya ada dua mobil yang masuk ke halaman kantor KPU. Untuk penyerahan berkas itu yang masuk ke ruangan hanya kedua Paslon, pimpinan parpol dan LO. Sedangkan istri Paslon menunggu di ring dua yakni di halaman kantor dan menyaksikan secara live di monitor yang disediakan KPU. Sedangkan undangan lainnya berada di ring tiga di luar halaman kantor KPU.  Pun juga setiap yang terundang akan diberikan ID card khusus sebagai syarat untuk masuk ke KPU serta masyarakat bisa menyaksikan secara langsung lewat akun media sosial resmi KPU Bitung.

Disingung, tindakan apa yang akan dilakukan jika ada diantara Paslon yang saat mendaftar hasil swab yang dilampirkan ternyata positif Covid-19. Iten mengatakan pihaknya akan melakukan pemberlakuan khsusus.

"Kalau ada seperti itu. KPU akan memberlakukan perlakuan khusus kepada Paslon yang bersangkutan. Dimana, kita akan menyurat. Dan nanti diserahkan ke pihak Rumah Sakit. Nanti pihak rumah sakit yang menangani dan mengarahkan ke bersangkutan. Apakah akan melakukan karantina mandiri atau seperti apa. Itu pihak rumah sakit yang lebih tahu. Namun, jika hasil swab positif tidak semata-mata menggugurkan Paslon tersebut. Tetap ada proses dan mekanisme," Jelasnya 

"KPU Kota Bitung tambah Iten  akan sangat menerapkan protokol Covid-19 disetiap semua tahapan Pilkada." Pungkasnya

(Abdul)